Koala Kumal, Crayon Shinchan dan Manusia Karet

By Berbagi Ilmu - Oktober 07, 2018


Hari ini adik sepupu (laki-laki) saya yang kelas 4 sd itu datang berkunjung. Hal yang ia lakukan setelah masuk ke rumah adalah memperhatikan beberapa buku saya. Dia membaca beberapa judul. Nampaknya ia tertarik dengan dua buku itu, yang gambar sampulnya mirip kartun itu.

Buku ubur-ubur lembur dan koala kumal. Yang ditulis oleh Raditya Dika. Buku lainnya nampak tidak begitu menarik baginya. Saya lantas mengambilkan buku koala kumal itu. Awalnya saya ragu memberikannya. Saya tak ingin ia hanyut dalam kisah cintanya Radit. Tapi, tetap saya beri, sambil saya awasi.
Ia lantas membuka lembar demi lembar. Membaca beberapa judul, lalu membuka lagi beberapa lembar, sampai akhirnya berhenti dibagian ilustrasi yang berbentuk layout macam komik. Ia lantas membaca dan memperhatikan gambar-gambarnya. Begitulah seterusnya, membaca judul lalu berhenti digambar ilustrasi.
“Di mana pian beli buku ni” tanyanya sambil memperhatikan gambar. “Di Gramedia” jawab saya. Ia lantas mencoba mencerna apa yang barusan saya ucapkan. Saya kemudian menjelaskan apa itu gramedia. “Kalau lun belinya di rumah buku” timpalnya kemudian.

“Beli buku apa?” kata saya mencoba mengimbangi. “Beli buku komik” jawabnya dengan wajah sedikit tersenyum. “Ooh, komik apa?” tanya saya kemudian. “Doraemon, naruto” katanya sambil mengingat-ingat. “Crayon Sinchan, beli jua lah? Tanya saya. “Ia juga, aku baru tahu kalau inya sudah meninggal” jawabnya polos.

“Meninggal?” saya terhenyak mendengar kata itu, setahu saya dan sepanjang pengamatannya saya, tidak pernah saya mendengar kabar kematian dari Sinchan. “Ia, ditabrak mobil” katanya memberikan penjelasan.

Saya kemudian mencoba bertanya, “tahu darimana? Kalau Sinchan sudah meninggal?”. “Dari Youtube” jawabnya kemudian. Saya lantas mengambil handphone saya, dan membuka youtube. Saya kemudian mengetikkan kata kunci Sinchan mati.

Setelah loading beberapa saat, halaman youtube menampilkan beberapa video tentang Crayon Sinchan. Dan saya kemudian memilih video dengan tumbnail Sinchan yang sedang terbaring di jalan dengan muka yang berdarah. Judulnya MEENGEJUTK4N!!Kisah Di Balik Kartun Crayon Shincan.
Saya dan adik saya kemudian memutar video berdurasi 3 menit 47 detik tersebut. Singkatnya video tersebut menceritakan tentang bagaimana Yoshito Usui mengarang dan membuat cerita Crayon Sinchan. Dalam video tersebut Yoshito Usui dinarasikan mendapat inspirasi dari seorang ibu yang menceritakan tentang kematian anaknya.

Ibu tersebut bernama Misae. Ia memiliki seorang anak laki-laki bernama Shinosuke. Shinosuke meninggal pada usia 5 tahun karena kecelakaan. Pada saat itu diceritakan Shinosuke dan adiknya tengah berjalan-jalan.

Entah apa yang terjadi sang adik kemudian berjalan ketengah jalan. Melihat adiknya yang dalam bahaya Shinosuke lantas mencoba menyelamatkannya. Namun, nahas menimpa Shinosuke dan adiknya, mereka berdua tidak terhindar dari tabrakan mobil.

Ayah dan ibu Shinosuke begitu sedih atas kepergian dua buah hatinya. Di kemudian hari mereka menemukan Crayon milik Shinosuke di dalam mobil. Konon, hal tersebutlah yang mendasari Yoshito Usui memberikan judul karangannya dengan “Crayon Shincan”.

Setelah menonton video tersebut, saya terdiam sesaat. Saya tidak menyangka dibalik cerita dan kenakalan Shincan ternyata terdapat kisah yang memilukan. Entah cerita tentang kematian Shinosuke itu asli atau hanya karangan, saya tetap mengapresiasi kartun yang telah menemani masa kecil saya, yang selalu saya tonton dihari minggu itu.

Setelah menonton video tersebut, adik saya lantas meminta diputarkan video Buruto. Kami lantas meononton bleach hingga one piece. Adik saya kemudian bertanya bagaimana mungkin Luffy (tokoh utama one piece) memiliki kekuatan menjadi manusia karet.

Saya lantas mencarikan dan memutarkan video tentang bagaimana Luffy menjadi manusia karet. Dan bagaimana ia menemukan dan memakan buah tersebut.
Dengan pertanyaan polosnya adik saya kemudian bertanya di mana ia bisa menemukan buah tersebut. Belum sempat saya menjawab, ayahnya kemudian mengajak adik saya untuk pulang.

Ia kemudian membawa kembali buku Koala Kumal itu, dan menaruhnya di rak buku saya.


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar