MEMBANGUN BETANGIDE.COM

By Berbagi Ilmu - Agustus 04, 2018


Di bulan April (2018) selepas gue kembali dari Thailand gue lantas menuliskan semua kisah yang telah gue lalui dalam sebuah buku. Buku itu kemudian gue cetak dengan menggunakan dana pribadi ditambah juga dana dari orang tua gue. Buku tersebut lantas gue bagikan kebeberapa teman, serta gue hantar ke perpustakaan kampus.

Berawal dari buku itu pula gue dapat mengenal bang Artha. Bang Artha merupakan staff pekerja di Badan Administrasi Umum di kampus (UMP). Setelah mengobrol dan berbincang-bincang bang Artha lalu menyampaikan niatannya untuk menggandeng gue membangun sebuah media. Dan gue mengiyakan ajakan tersebut.

Tujuan awal dibuatnya media ini adalah untuk mengimbangi media-media online lainnya yang befokus mengejar rating dari pada konten. Bang Artha menyampaikan bahwasanya media ini dapat dijadikan sebagai wadah untuk berbagi berbagai kisah-kisah inspiratif dan memberikan motivasi bagi pembacanya agar dapat berkembang lebih baik lagi. Lantas kami pun kemudian memberikan nama proyek tersebut dengan nama ruangide.

Basis media kami pada saat itu masih menggunakan domain blogspot. Kami pun berencana untuk mengganti domainnya agar terlihat lebih profesional. Bermodalkan beberapa ratus ribu gue lalu membeli sebuah domain (berlaku setahun).

Setelah memilih nama domain, kami pun berpikir ulang tentang nama ruangide. Melalui penelusuran yang gue lakukan ternyata domain ruangide sudah ada yang memakai dan memiliki, otomatis kami harus memikirkan ulang nama media kami tersebut.

Bang Artha menginginkan agar kata ide tidak dihilangkan. Lantas bang Artha merekomendasikan sebuah nama yaitu betangide dan beruntungnya domain tersebut belum ada yang memakai. Maka diputuskanlah namanya betangide.com.

Hal yang kami lakukan setelah membeli domain (yang baru) adalah dengan merekrut beberapa anggota untuk membantu kami membangun media ini. Kami lalu mengajak Essy dan Ulfa yang notabene adalah teman gue ketika berangkat ke Thailand beberapa bulan yang lalu. Beruntung mereka pun setuju untuk bergabung.

Langkah konkrit selanjut yang kami lakukan yaitu mewawancarai beberapa pemuda (mahasiswa) yang pernah ke luar negeri. Ada pemuda yang pernah ke Mesir, Australia, Malaysia bahkan Singapura semua kami mintai ceritanya. Bahkan kami juga mewawancarai dewan pembina My Trip My Adventure Indonesia, komunitas Anak Masjid, dan penggagas ransel buku.

Hasil wawancara dan kisah mereka kemudian kami buat menjadi sebuah artikel dan kami upload di betangide.com. Kami lantas men-Share link tersebut melalui berbagai media sosial. Hasilnya cukup banyak teman-teman yang menyukai pembahasan kami tersebut. Traffic blog menunjukan peningkatan di tiap waktunya.

Membangun sebuah media tidak terlepas dari berbagai kendala. Begitu pula yang terjadi di betangide.com. Kendala tersebut berkenaan dengan jumlah traffic, desain web, biaya perawatan web, adsence yang tak kunjung datang, hingga isi konten sendiri.

Tetapi kendala-kendala tersebut tidak menyurutkan semanagat kami untuk terus berkarya. Dari berbagai kendala itulah kami menjadi belajar banyak hal, kami jadi mengetahui tentang traffic blogging, nishe blog, and  how to survive in the world of techno and internet.

Kini betangide.com sudah memasuki bulan ke empat (Juli 2018). Kami berharap kedepannya betangide.com dapat menjadi wadah untuk berbagi cerita, kisah dan inspirasi bagi masyarakat Kalteng maupun masyarakat Indonesia umumnya. Kami juga ingin mengucapkan terimakasih bagi semua pihak yang sudah mendukung dan membantu betangide.com sejauh ini. Sekali lagi terimakasih.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar