TEROMPET AKHIR DAN AWAL TAHUN

By Berbagi Ilmu - Juli 07, 2018


Tahun baru edentik dengan terompet, petasan, bakar ayam, bakar jagung dan party-party. Namun berbeda di akhir tahun 2013 dan awal tahun 2014. Dari pada mengisi malam pergantian tahun dengan acara-acara yang un-faedah dan mengabiskan uang, gue mengajak Yuta untuk mencoba peruntungan dengan berjualan terompet, dan langsung disanggupi oleh doi.

Yuta merupakan teman gue dari SMP-SMK-Kuliah (sama-sama di teknik sipil) hingga sekarang. Bermodal gerobak milik bokap gue dan terompet yang gue dapat dari tetangga (konsiyasi) jadilah kami penjual terompet musiman.

Gerobak dorong milik bokap, gue tambahin sedikit pernak-pernik penghias untuk berjualan terompet. Tiga hari sebelum pergantian tahun, kami sudah berjualan di pinggir jalan (JL. Cilik Riwut). Hari pertama, hari kedua, terompet masih belum banyak yang laku. Mana hari sering mendung dan hujan pula, tak banyak terompet yang terjual.

Berbagai cara promosi kami berdua lakukan, beruntung Yuta yang seorang pemain futsal memiliki koneksi yang lebih luas di bandingkan gue berhasil membuat yakin teman-temannya membeli terompet di tempat kami. Alhasil sebelum jam 12 malam pergantian tahun, terompet kami laku keras dan habis.

Hal yang gue pelajari dari berjualan terompet. Setiap terompet (tiup) yang dijual telah di uji fit and proper test’nya oleh pembuat dan penjual terompet. Yang kedua jaringan (teman banyak itu penting) demi kesuksesan usaha lo. 

Btw tahun-tahun berikutnya gue gak pernah lagi berjualan terompet, gak tau kalo Yuta hehe.
Ok byee


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar