KERJA DI KALTENG POS

By Berbagi Ilmu - Juli 15, 2018


Minimal sekali seminggu gue akan membeli koran, baik koran lokal atau koran nasional. Gue sendiri lebih menyukai koran nasional sementara Nyokap gue menyukai koran lokal. Bagi gue koran bukan sekadar sebuah berita namun dari koran gue juga belajar menulis gue mempelajari gaya tulisan di setiap rubriknya, bahkan gue mempelajari “opini yang baik” melalui koran di kolom opini.

Pada suatu hari di tahun 2017 (gue lupa tanggal dan harinya) gue membeli koran lokal yakni Kalteng Pos. Di halaman depan terdapat iklan lowongan pekerjaan di bagian marketing Kalteng Pos. Berangkat dari lowongan pekerjaan tersebut gue pun mengajukan surat lamaran pekerjaan.

Tak berselang lama gue dihubungi oleh pihak Kalteng Pos untuk di interview. Setelah interview selesai, beberapa hari kemudian gue kembali di hubungi Kalteng Pos dan dinyatakan diterima untuk bekerja. Gue pun antusias bekerja di hari pertama.

Pekerjaannya memang masih masuk cabang marketing cuman gue ditempatin di bagian lapangan yakni kanvaser. Jadi tugas gue setiap subuh (minimal jam 4:30), datang ke kantor, bawa koran, lalu koran tersebut di konsiyasi (titip jual) di beberapa kios/warung, kemudian keesokan harinya dicek berapa yang laku berapa yang gak laku, seperti itulah cara kerjanya.

Laku atau gaknya koran dapat dilihat dari halaman depan koran itu sendiri. Jika berita di halaman depan kurang menarik atau kurang wowww, bisa diprediksi koran gak laku banyak, sebaliknya jika di halaman depan beritanya heboh dan menggelegar bisa diperkirakan koran laku terjual. Istilah “bad news is a good news” terbukti dengan sendirinya.

Satu hal yang sebenarnya gue gak suka dengan pekerjaan ini, yaitu cuaca, kalau cuaca subuh cerah sih oke-oke aja, nah kalau lagi musim penghujan wah parah. Gue harus melindungi diri gue dari serangan air begitu pula gue juga harus melindungi si koran agar gak kebasahan. Lo tau kan gimana kalau kertas bertemu dengan air???

Pernah suatu ketika di subuh hari yang disertai hujan rintik-rintik gue membawa motor dengan kecepatan yang bisa dibilang cukup tinggi. Biasanya gue juga bawa motor dengan kecepatan seperti itu sih, maklum bekas anak otomotif hehe.

Nah sampai ditikungan gue gak ngeliat ada orang yang sedang jalan-jalan pagi (jogging), karena sudur pandang yang terbatas gue pun menghentikan laju motor dengan mendadak, alhasil jalan yang licin membuat gue terjatuh, dan semua koran yang gue bawa berserakan di jalanan dan kebasahan. Untungnya orang yang lagi jogging tersebut gak tertabrak oleh gue. Si doi cuman bengong liat gue yang terjatuh di belakangnya. Paraaah.

Selain dari tragedi jatuh tersebut gue jadi mendapatkan gambaran baru tentang cara kerja sebuah media masa lebih tepatnya cara mendapatkan uang, sebenarnya media itu tidak selalu mendapatkan uang dari iklan melainkan juga dari beberapa sumber lainnya yang gak bisa gue sebutin soalnya rahasia perusahaan hhee.

Masa kerja gue di Kalteng Pos bisa dikatakan gak lama-lama amat, karena pada saat itu bertepatan dengan gue yang harus PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) di SMP selama tiga bulan. Jadi terpaksa gue harus resign dari Kalteng Pos. Dan memulai kisah baru sebagai guru magang di SMP.



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar