JADI SURVEYOR BPJS

By Berbagi Ilmu - Juli 13, 2018


Meskipun telah keluar dari teknik sipil dan tidak berjualan terompet lagi, hubungan pertemanan gue dan kawan-kawan di teknik sipil tetap terjaga dengan baik. Tak terkecuali dengan Yuta. Oktober 2016 Susi (teman gue di teknik sipil) menghubungi gue dan Yuta, doi mengatakan ada suatu pekerjaan yang bisa kami lakukan di sela-sela waktu kuliah.

Pekerjaannya yaitu menjadi surveyor BPJS kesehatan di kota Kapuas. Tanpa menunggu lama gue dan Yuta langsung menyanggupi pekerjaan tersebut walaupun pada awalnya sempat ragu juga, karena bertepatan dengan waktu kuliah.

Pekerjaan ini sebenarnya berasal dari kaka Susi yang bekerja di majalah SWA, yang disampaikan kepada Susi, lalu disampaikan untuk kami berdua. Hampir setiap tahun sebenarnya kaka Susi melakukan kegiatan survei seperti ini, yakni survei tentang kepuasan masyarakat terhadap suatu layanan publik.

Setelah dibrefing terlebih dahulu oleh kaka Susi kami pun berangkat ke Kapuas. Beruntung Yuta memiliki keluarga yang berada di Kapuas, jadi sedikit membantu pekerjaan kami. Berbekal alamat dan joblist yang kami dapatkan, kami pun melakukan survei dari rumah ke rumah warga. Survei ini bertujuan mengetahui tingkat kepuasan warga terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh BPJS.

Berbagai reaksi masyarakat kami terima dari pekerjaan ini. Kami sempat disangka sebagai petugas sales, penjual obat keliling, bahkan sebelum kami sampai di depan rumah dan mengetuk pintu ada beberapa warga yang curiga dan menutup pintu terlebih dahulu.

Pekerjaan ini juga membuat kami memahami tentang berbagai tipe masyarakat. Ada masyarakat yang terbuka menyampaikan pendapat, saran hingga kritikan, ada juga yang tertutup (tidak ingin ribet) ada pula yang bersikap apatis (acuh tak acuh).

Meskipun sebagian besar masyarakat yang kami data menyampaikan kekecewaannya terhadap layanan BPJS namun tidak sedikit juga yang mengapresiasi layanan kesehatan ini. Bahkan ada juga warga yang memberikan kritikan dan masukan demi perbaikan kinerja BPJS.

Subjek survei ini bukan hanya melibatkan partisipasi warga sekitar namun juga melibatkan tempat layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Gue dan Yuta beberapa kali harus bolak-balik Palangka Raya-Kapuas karena terbentur dengan waktu kuliah. Beruntung, pekerjaan ini akhirnya selesai sesuai waktu yang ditentukan meskipun molor-molor sedikit hehe.

Dari pekerjaan ini gue mengambil sebuah pelajaran berharga “Suatu pekerjaan bukan hanya tentang uang tetapi juga tentang pengalaman dan pembelajaran.”



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar