AVENGERS DAN KESEPIAN

By Berbagi Ilmu - Mei 07, 2018


Joni mengecek HP dan mencari kontak Dara di WA. Sesaat kemudian ia menelpon Dara melalui aplikasi tersebut.

“Halo, selamat siang”
“Selamat siang”
“Bisa bicara dengan Dara”
“Mohon maaf Dara yang Anda maksud tidak ingin diganggu”
“Oh gitu, ya udah”
“Dara, malam ini sibuk gak”
“Maaf Dara lagi gak ada”
“Ya elah Dar”
“Serius ini”
“Nganpain sih Jon”
“Nonton yuk”
“Gak ada Film rame”
“Itu Avengers, lagi rame, gue mau lihat senjata barunya Batman”
“Joni, lu sudah minum obat, nenek gaul  juga tau kalo Batman itu gak ada di Avengers!”
“Udah pindah ya”
“Batman itu lagi diare, wahai Joni yang baik hatinya”
“Haha, ya udah sampe nanti malam”
“Ketemuan di bioskop, atau gue jemput lo Dar?”
“Ya ellah Joni, Ya di jemput donk”
“Tapi, lu gantiin ya, bensin gue, lagi sekarat”
“Ya udah gue terbang aja Jon, bisa stress gue lama-lama ngomong sama lu!”
“Hhehe, oke nanti malam gue jemput, gak usah dandan pake lama”
“Oke, busque”
“Oke, selamat malam”
“Selamat malam”

Demikianlah jika percakapan mereka berdua berlangsung. Agak absurd dan unik.
Joni pun dengan scoopy nya datang menjemput Dara. Dara tinggal di kost bersama temannya. Jarak antara rumah Joni dan Dara sekitar 7 km lebih. Joni sebenarnya memilki rasa pada Dara, namun ia belum yakin, entah apa yang ditunggu oleh Joni. Selama bersama Dara, Joni merasa nyaman, dan ada perasaan yang berbeda, namun Joni tetap menyembunyikan rahasia ini diam-diam, menunggu saat yang tepat, atau tidak mengungkapkannya sama sekali.

Motor yang dikendarai Joni pun menepi di depan kostnya Dara.

“Daaaaraaaaa”
“Udah di depan nii”
“Tunggu bentar”
“Lama, gue tinggal ni”
“Tinggal aja”
Perlahan pintu kost dara terbuka.
“Gue pergi dulu ya!, bye” Dara menyampaikan salam untuk temannya di kost.
“Ya elah cantik amat!, Kita mau ke bioskop, atau ngedate ni”
“Kita mau ke pasar subuh” jawab Dara dengan ketus, lalu naik ke motor Joni, tanpa disuruh.
“Eh buseet”
“Ayo jalan, ntar keburu mulai filmnya”

Perlahan motor scoopy Joni meninggalkan kost Dara menuju Bioskop.

“Tiket udah lo pesankan”
“Udah donk”

Memang bukan perkara sulit bagi Dara untuk mendapatkan tiket bioskop, tak perlu antri, karena ia punya teman yang bekerja di bioskop, jadi ia tinggal pesan saja, kemudian film siap ditonton.

Malam ini bioskop nampak penuh, banyak yang sudah menunggu-nunggu film besutan Marvel studio tersebut. Dari posternya akan banyak superhero yang tampil. Iron man, Black Panther, Black Widow, Vision, Hulk, Thor, Captain America, Spiderman dan para pejuang Wakanda forever.

Seraya menunggu jam, dan film dimulai, Joni sesekali mengamati penampilan Dara. Malam itu Dara nampak cantik dengan terusan biru malam berpadu dengan batik, sepatu hitam yang tidak terlalu tinggi, hijab, dan tas tangan kecil. Seperti kebanyakan orang, mereka asyik dengan smartphone masing-masing.

“Dar, ayu masuk studio, sekitar 5 menit lagi film mulai ni”
“Duluan aja, gue lagi buat instastori ni,”
“Dar, kalo bisa mah , gue masuk duluan, gue masuk dari tadi, tapi tiketnya kan sama lu”
“Oh iya, hehe”
“Huh, main HP aja terus”
“Maaf-maaf”

Bukan sekali dua Joni dan Dara menonton film bersama. Mereka biasa pergi jika tidak ada kerjaan atau lagi bosan. Entah Dara yang duluan mengajak atau Joni yang mengajak duluan.

“Jon, itu siapa”
“Itu Superman”
“Jon, Superman gak ada di Avengers”
“Itu Vision, Dara”
“Oh”
“Jon, kalau itu yang ijo?”
“Itu Hulk”
“Kalau itu”
“Dar, please nonton dulu, nanti selepas film selesai, kita bahas,” jawab Joni, kesal
--
“Jon, entah kenapa, setelah gue nonton film tadi gue kasihan sama Thanos”
“Emangnya kenapa?”
“Masa semua pada gak senang sih sama dia,dia kan baik, mau membuat semesta yang lebih baik”
“Lo mau jadi anak tirinya, Thanos, lalu lu dibuang ke jurang, lalu ditukar dengan soul stone
“Yaaaa! Gak gitu juga kali Jon”
“Seseorang yang terlihat kuat dari luar, ternyata dalamnya rapuh ya, gue sedih ngeliat endingnya, ketika Thanos duduk sendirian memandang rumputan yang hijau, dengan semua kekuatan batu infinity nya, ternyata ia tersiksa dengan kesepian dan kesendiriannya”
“Kalau lo, tersiksa gak dengan kesendirian lo Jon, atau lo sering merasa kesepian” kata Dara.
“Kalau lo sendiri, gimana” jawab Joni.

Ada jeda panjang diantara mereka berdua. Sesekali klakson mewarnai perjalanan mereka pulang.





  • Share:

You Might Also Like

0 komentar